Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Berani Mengambil Resiko

bisnis-pasti-ada-resikoApakah aku sudah berada di zona nyaman, sehingga enggan untuk beranjak? Atau aku adalah pribadi yang memang tidak berani mengambil resiko? Ini sebagian dari banyak pertanyaan yang mulai menggelayuti pikiranku beberapa hari ini, setelah membaca tulisan Dio Martin di majalah Inspirasi. Padahal berani mengambil resiko, adalah syarat bagi seseorang untuk berhasil.

Semasa di Sonomartani, aku ini seorang pemimpi. Mimpiku barangkali tidak realistis, karena aku membayangkan diriku menjadi seseorang yang jauh dari apa yang bisa digapai oleh diriku secara realistis. Sekolah di SPMA dan menjadi seorang Insinyur pertanian. Untuk menjadi insinyur, aku tidak memiliki akses apapun, kecuali tahu bahwa itu bisa ditempuh dengan cara kuliah di perguruan tinggi, sebatas itu. Sekolah di SPMA yang setingkat dengan SMA pun, tidak banyak informasi untuk itu apalagi PT. Tak habis jari dari satu tangan untuk menghitung orang-orang di sekelilingku yang kukenal melanjutkan ke jenjang SMA. Itu pun mereka harus menempuh jarak 40 KM lebih, yang sulit dijangkau untuk sebuah perjalanan pulang pergi. Tetapi dalam setiap anganku, tak kulihat bayangan kesulitan itu, aku hanya melihat diriku sebagai seorang Insinyur Pertanian.

Baca lebih lanjut

Desember 22, 2015 Posted by | Renungan | | Tinggalkan komentar