Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Sulitnya Menulis di Kala Senggang

menulis dengan binder saat di kuliahAku ini blogger angot-angotan, ada saat dimana produktif menghasilkan tulisan, tetapi ada masa jeda panjang tanpa sebuah tulisan pun dalam beberapa bulan. Bukannya dikepala tidak ada yang ingin dituliskan, ada banyak bahkan. Tetapi semua itu kalah dengan keengganan untuk memulai membuka kalimat dari satu kata. Ide, atau sesuatu yang ingin kutulis, akhirnya hanya jadi out line di kertas yang semakin hari semakin usang, karena terlalu lama ada di tas ransel kerjaku. Walhasil, semuanya hanya akan bersarang di tempat sampah. Kalaupun ingin kutuliskan, aku tidak lagi ingat apa yang ada dalam pikiranku saat out line itu kutulis.

Penyebab kenapa jeda itu selalu ada, belum kutemukan. Mungkin karena ketrampilanku menulis hingga hari ini belum beranjak. Dari amatiran, Cuma nulis di blog pribadi, dan belum beranjak menjadi penulis freelance professional seperti angan-anganku sejak lama. Tepatnya sejak ketika aku masih duduk di bangku SMA. Jika kini aku sudah menjelang kepala empat, berarti angan itu hanya berputar di kepala selama dua puluhan tahun lebih. Apa yang kukerjakan ya hingga selama itu? Wajar jika kemudian aku kehilangan motivasi untuk kembali memulai.

Baca lebih lanjut

Iklan

Januari 8, 2016 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Belajar dari pertanyaan putriku

deynaPutri sulungku sudah mulai bisa membaca. Dimanapun ia berusaha untuk mengeja apapun.  Banyak kosa kata baru ia temukan. Ini baik bagi perkembangan pengetahuannya. Ketika ia menemukan hal yang tidak ia mengerti, ia selalu bertanya padaku atau mamanya. Dari sekian banyak hal yang berhasil ia baca, sebagian besar diantaranya adalah apa yang dia tidak mengerti. Karena nyaris selalu ada pertanyaan setelahnya, …itu artinya apa? Begitu biasanya putriku bertanya. Dimataku dia semakin cerewet saja, dan selalu ingin tahu.

Ada yang bisa kami jelaskan, namun ternyata ada juga banyak hal yang kami mengerti, tetapi sulit sekali bagi kami untuk menjelaskan. Meski yang putriku tanyakan adalah hal—hal yang sangat sederhana . Kadang juga meskipun kami bisa menjelaskan, putriku memahaminya berbeda. Seperti pada saat kami pulang beberapa waktu yang lalu, dia berhasil mengeja kata ‘anti rayap’ pada sebuah tiang listrik yang kami lewati. Kemudian dia bertanya ; rayap itu apa? Istriku menjelaskan; rayap itu binatang yang suka memakan kayu. Mendengar itu anakku pun terdiam. Tak ada lagi pertanyaan lanjutan.

Baca lebih lanjut

Juni 3, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

BERPUTAR PADA SUMBU

Sebenarnya saya sudah agak lama ingin menuliskan hal ini, tetapi setiap kali akan memulai, saya bingung dari mana memulainya. Sebab ini adalah hal abstrak, dan saya mesti menjabarkannya ke dalam kalimat yang saya sendiripun pada akhirnya mengerti pokok pikiran utamanya. Beberapa kali saya gagal menterjemahkan apa yang bergelayut dalam kepala itu menjadi rangkaian kalimat yang mudah dipahami. Kali ini, meski saya tak yakin berhasil, tetapi perlahan saya kembali coba.

Baca lebih lanjut

Februari 23, 2012 Posted by | Uncategorized | 4 Komentar

Terima Kasih Papa !

Sudah menjadi kebiasaan Delia salah satu dari putri kembarku saat sakit, cengeng dan selalu merengek, bahkan untuk makan sulit sekali. Memang selalu ada yang diminta untuk dimakan, tetapi tak ada yang benar-benar ia makan. Seperti halnya kali ini, karena berbagai pertimbangan, aku bolos ngajar dan memilih nunngguin anak-anakku, yang kali ini ketiga-tiganya sakit. Sedari pagi memang aku sudah melayani mereka dengan memenuhi berbagai permintaan, tetapi tetap saja ada yang kurang dimata-anak-anakku. Apalagi saat-saat seperti ini, mereka berebut mendapat perhatian dariku, dan tidak bersedia dengan orang lain. Namun dari ketiganya, Delia memang yang paling rewel. Ketika saudaranya sudah bersedia untuk makan, dia terus saja minta ini dan itu, dan aku juga tahu ujung-ujungnya tak ada yang ia makan.

Baca lebih lanjut

Februari 9, 2012 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

Belajar Menjadi Ayah

Saat istriku melahirkan, secara legal formal, sosiologis bahkan biologis sekalipun aku resmi menjadi seorang ayah. Babakan baru dalam hidupku. Status  itu melekat, walaupun sesungguhnya aku belum mencapai  standar professional seperti apa yang diidealkan. Itu yang terjadi dalam hidupku. Legalitas tak selalu berbanding lurus dengan profesionalisme, karena ternyata profesionalisme sebagai seorang ayah tak berlaku otomatis. Ada proses yang mendahuluinya, tetapi sayangnya proses itu tak mencantumkan masa, kapan lulusnya nya.

Baca lebih lanjut

Oktober 10, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

ORASI KEMERDEKAAN

Merdeka !!

Hari ini tonggak sejarah berdirinya negeri ini, kembali kita peringati. Di sebagian dari kita barangkali ada yang merasakan gegap gempitanya, namun tak kalah juga banyaknya yang tak merasakan apa-apa. Peringatannya begitu biasa, rutinitas dan tak lagi menimbulkan makna. 66 tahun, bukanlah waktu yang panjang untuk ukuran Negara, namun tak ada salahnya jika hari ini kita kembali merenungkan apa sesungguhnya arti kemerdekaan itu sebelum benar-benar menjadi dan terasa biasa saja bagi kita semua.

Baca lebih lanjut

Agustus 22, 2011 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

MENJADI INDONESIA

Membicarakan Indonesia di masa kini, tentu lebih gampang di bandingkan pada masa 1920-an. Pada masa itu, Indonesia adalah wacana, sebuah konsep yang baru ada di alam imajiner. Imajinasi dari para pemuda, yang sejujurnya masih teramat muda. Namun mereka berani bermimpi, keluar dari usia yang sesungguhnya, berpikir tentang masa depan. Bahkan barangkali jauh dari jangkauan cara kebanyakan orang berpikir di zamannya. Benar-benar sebuah langkah berpikir, yang hingga hari ini pun sulit bagi saya untuk memahaminya.

Baca lebih lanjut

Agustus 9, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

PERISTIWA PENTING

Tidak semua peristiwa yang kita alami, berkesan, atau memiliki arti dalam perjalanan kehidupan selanjutnya. Apa yang tidak berarti, ter-delete dengan sendirinya dari memori otak kita, sementara yang berarti dengan sendirinya ter-save. Otak kita bisa memilah mana yang harus disimpan dan mana yang harus dibuang. Ini kecerdasan alamiah, yang tak perlu dipelajari dengan metode metode ilmiah yang njelimet, dan memusingkan. Otomatisasi ini tak membuat otak kita dipenuhi oleh sampah, dan tentu saja tak perlu membuat kita kehabisan ruang untuk menyimpan ‘file’.

Baca lebih lanjut

Agustus 4, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Menjadi guru; Sebuah Pilihan ?

Dulu ketika aku kecil dan baru duduk di bangku SD saat guruku bertanya; “anak-anak cita-cita kalian kelak menjadi apa?” Hampir separuh dari isi kelas menjawab ingin menjadi guru. Apalagi di kalangan siswa cewek, kebanyakan memfavoritkan cita-cita tersebut.

 

Namun ketika seragam sudah berganti banyak yang kemudian merevisi cita-cita SDnya, bahkan ketika aku sudah duduk di bangku SMA cita-cita sebagai guru nyaris tak terdengar. Apalagi saat-saat aku sudah duduk di bangku kuliah, bahkan seseorang yang jelas-jelas sudah mengambil jurusan FKIP ataupun IKIP terang-terangan tak ingin menjadi guru. Diperparah lagi krisis identitas itu tidak hanya menyerang para calon guru tetapi juga institusi para calon guru. Lihat saja nyaris semua IKIP mereformasi dirinya menjadi Universitas yang tak melulu melahirkan seorang guru. Muncul pertanyaan, sebenarnya ada apa dengan profesi yang satu ini?

Profesi guru di mata teman-temanku dan juga aku dalam hati kecilku merupakan profesi yang tidak elit. Mulia, jelas kamipun tak bisa menyangkal tetapi sayang ‘murahan’, artinya banyak yang dibayar murah atau bahkan banyak yang melakukannya karena memang tak punya pilihan. Dalam sulitnya mencari pekerjaan, ya sudahlah mengajarpun jadi. Kalau sudah begitu tentu bukan pada tempatnya menanyakan kompetensi.
Jika Anda bertanya dari sekian banyak mahasiswa yang belajar di sekolah para calon guru alias FKIP atau IKIP, berapa persen yang dengan tegas menjawab jurusan tersebut merupakan pilihan pertama? Saya yakin pasti tak banyak, apalagi Anda bertanya nanti Anda mau mengajar di mana, wah pasti jawabannya macam-macam yang lagi-lagi tak menyinggung institusi sekolah. Aneh memang, tetapi nyata.
Bagaimana mungkin profesi yang selalu disanjung mengalami sedemikian krisis, dan selalu dicoba dihindari namun ajaibnya banyak yang terdampar dan berkecimpung di bidang ini. Inilah keajaiban itu!
Saya juga adalah seorang guru dalam pengertian yang sesungguhnya, mengajar mata pelajaran di sebuah sekolah. Menemukan jalan dan kemudian mantap menekuni profesi ini, bukanlah pergumulan sesaat melainkan pergumulan yang cukup panjang dan boleh dibilang melelahkan.
Awalnya aku memang mengalami kebimbangan saat tahu kemana arah pendidikan yang sedang kutempuh itu bermuara. Tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan jelas visi dan misi lembaga ini diarahkan bagi terciptanya pengajar-pengajar yang mumpuni di bidangnya. Tetapi di sisi yang lain waktu itu aku menganggap tak ada pilihan lain, entahlah aku yang sengaja menjerembabkan diri atau terjerembab oleh keadaan. Sepertinya keduanya memiliki benang merah.
Tak ingin berlama-lama dalam kebimbangan aku mencari dan terus mencari hal-hal yang bisa kubanggakan dari apa yang kutempuh dan profesiku di kemudian hari itu. Satu demi satu pazzel kebanggaan itu kurangkai, dan hasilnya kini sedang kunikmati. Menjadi guru dan bangga atas profesi itu. Sungguh sebuah proses dengan akhir yang manis.

November 9, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

TERORISME

Hidup di negeri ini sepertinya harus berjuang menaklukkan rasa takut, terror ada di mana-mana. Mulai dari bangun tidur, menjalani aktifitas hingga tidur lagi, hampir semuanya mengandung resiko. Resikonya terlalu nyata, ini bukan phobia yang sifatnya pribadi, namun dari apa yang selama ini memang terjadi. Setidaknya inilah daftar hal-hal yang mengancam itu ;

1. Saat Anda tidur, apakah Anda cukup yakin kalau listrik di rumah Anda sudah terpasang dengan benar. Apakah petugas listrik sudah melakukan tugasnya dengan baik sehingga tak menyebabkan arus pendek? Nyaris tiap hari kita mendengar berita kebakaran, dan penyebabnya adalah arus pendek.

2. Bangun tidur hendak sarapan, apakah Anda yakin kompor Anda tak meledak saat dinyalakan untuk mempersiapkan makanan pagi ini? Bom rumah tangga ini kini begitu gampang terjadi, belum ada yang bertanggungjawab dan penyelesaian komprehensif, artinya kita belum aman bukan?

3. Berangkat kerja, Anda naik apa? Motor ; ini adalah kendaraan pembunuh nomer satu di negeri ini, tak ada jalur khusus untuk Anda, tak ada jaminan pasca kecelakaan Anda di rawat intensif di RS terdekat. Kendaraan umum; tak ada jaminan supir tidak ugal-ugalan, bus terawat dengan benar atau laik jalan, tetap membahayakan bukan? Jalan kaki ; ini lebih menyakitkan, Anda tak punya tempat nyaman untuk melenggang, jalur Anda telah diserobot pedagang kaki lima, di jalur lain tak ada jaminan Anda tak di seruduk angkot. Nasib Anda benar-benar sial. Mobil pribadi ; Anda memang nyaman, namun tak Ada jaminan jalan layang yang Anda lalui tak bergeser dan rubuh. Kalaupun itu tak terjadi, Anda belum tentu aman saat ada di perempatan, kapak merah bisa saja menakuti Anda karena ingin mencongkel spion, atau pengamen yang menggores mobil kesayangan Anda.

4. Di tempat kerja, mungkin bukan fisik Anda yang terancam tetapi psikologis. Ada jaminan tidak Anda tak di PHK, Anda terdaftar JAMSOSTEK atau tidak. Jika mungkin itu tak terjadi, bukan berarti Anda nyaman, bagaimana dengan ajakan teman untuk nilep sebagian uang proyek. Anda menolak, bukan berarti Anda tak lantas jadi orang yang dikorbankan.

5. Pulang kerja, ancaman Anda belum selesai, rumah Anda belum tentu aman. Mungkin saja Anda akan didatangi deb colector yang salah alamat tetapi terlanjur berbuat kasar. Atau Anda tiba-tiba didatangi oleh tim eksekusi dari pengadilan yang mau mengeksekusi rumah Anda, jadilah Anda korban sengketa antara pengembang perumahan Anda dengan ahli waris. Anda tak berperkara, bukan berarti Anda aman dari perkara bukan?

Ini mungkin hanya sebagian kecil dari apa yang bisa saja menimpa Anda? Masih ada banyak daftar lain……silahkan Anda menambahkannya sendiri.

Oktober 22, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar