Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

D r a m a

DramaSkills650Tiap hari aku mendengar dan menyaksikan pertunjukan drama, hanya dalam satu jam ada banyak judul yang dimainkan. Tema-tema tentang keluarga dan sekolah menjadi hal yang banyak dilakonkan. Pemerannya hampir semuanya memeliki watak yang natural, tak dibuat-buat. Atribut dan propertinya tak ribet, karena hampir semua yang ada bisa disulap para pemerannya menjadi property dan atribut yang sesuai dengan jalan cerita.  Suasana pertunjukan sangat atraktif dan interaktif, ada banyak ruang yang dapat mereka jadikan panggung. Semuanya akan terhenti, saat terdengar suara,..berantakan lagi kan, beresin cepat !!!  Istriku.

Dalam berperan anak-anakku dipandu oleh imajinasi, itulah scenario yang membuat jalan cerita mengalir. Ada guru, siswa dan juga mbak-mbak yang mengantar ke sekolah. Dialog, tak terputus meski tanpa naskah baku. Tak ada kekeliruan dalam menuturkan kalimat, karena tak ada yang mendikte. Lakon-lakon itu, membuat anak-anakku menikmati setiap detik melajunya sang waktu. Alam berpikir mereka tak terbelenggu, kecuali oleh hardikan orang-orang tua sepertiku yang kadang-kadang sok tahu.

Baca lebih lanjut

Iklan

November 25, 2013 Posted by | Kekasihku, Pencerahan, Putriku | | Tinggalkan komentar

Saat Anakku Harus Menunggu

DeynaKamis yang lalu, hari kedua anakku, Deyna masuk sekolah, seminggu libur lebaran. Tidak ada pelajaran, waktu yang ada dipakai untuk acara perlombaan, memperingati Agustusan. Setelah mengantar, aku bertanya pada salah seorang guru, pulangnya nanti sekitar jam berapa? “Jam 11-an, berlaku untuk semua kelas, termasuk untuk kelas 1 dan 2”, beliau menegaskan.  Aku pun mantap meninggalkan Deyna di sekolah, dan berjanji menjemputnya sebelum jam pulang.

Rencananya aku akan ke Toko Material, karena agendaku hari ini rapiin keramik yang pecah-pecah. Sayang tak ada satupun toko material buka, mungkin masih pada di kampong pegawainya. Karena masih punya cukup waktu, sesampainya dirumah kugunakan untuk kemballi menulis. Apalagi istriku menyarankan untuk menjemputnya jam 10-an lewat saja. Sekalian sama-sama, karena ia berniat membawa putri kembarku ke salon, merapikan rambutnya. Akupun setuju.

Baca lebih lanjut

November 1, 2013 Posted by | Kekasihku | | Tinggalkan komentar

Tawa Istriku

Saat sedang mandi, aku mendengar istriku tertawa lepas. Ia begitu menikmati tawanya, entah sedang bahagia atau sedang membuat dirinya bahagia, aku tak terlalu tahu.  Yang aku tahu dia memang sedang nonton lawakan di TV. Tawa lepasnya membuat tubuhku dialiri oleh kesadaran baru, kesadaran akan kehidupan kami saat ini.

Tawa lepas istriku, sederhana, tetapi kali ini tawa itu berarti bagiku. Aku tidak sedang ingin sentimental. Tetapi sungguh sore ini, Jumat 8 Maret 2012 tawa istriku membenamkan aku pada sebuah keinginan. Aku ingin terus mendengar tawa itu, lepas dan merdeka. Tak ada beban yang mengganjal kerongkongannya. Tak ada nafas yang membuatnya tersengal. Ketulusannya tertawa menggugah aku pun menikmati kebahagiaan yang sama. Kelucuan yang ia tonton, tak benar-benar membuat tawanya merdeka. Tetapi jiwanya yang merdeka, itulah yang membuatnya bisa melakukannya.

Baca lebih lanjut

Maret 9, 2012 Posted by | Kekasihku | 3 Komentar

Pesona Cinta

Cinta itu tentang perasaan, bukan logika, ekonomi ataupun matematika. Sebab keberadaannya sulit diterima akal, dihitung untung rugi atau menggambarkan keadaan yang serba pasti, meski hitung-hitunggannya harusnya pasti. Namun yang pasti, memiliki perasaan cinta kita tak akan pernah rugi, walau jadi patah hati dan rasanya mau mati.

Pesona Cinta mampu melambungkan kita pada banyak mimpi, namun paradoknya membuat kita juga dalam waktu yang bersamaan menjadi memiliki banyak kekuatiran. Serba tidak pasti, sehingga membuat kita berada pada motivasi tertinggi. Pekerjaan berat menjadi ringan, karena factor X yang sangat sulit dimengerti. Jantung berdebar lebih cepat dari biasanya hanya kala mendengar nama seseorang disebutkan, jika dideteksi jelas ini bukan karena darah tinggi. Ada pesona yang tidak biasa, saat tanpa sengaja kita menatapnya. Larut dan ingin terus berlama-lama dalam kubangan rasa yang tak biasa itu.

Baca lebih lanjut

Oktober 21, 2011 Posted by | Kekasihku, Pencerahan, Renungan | , | 1 Komentar

Shock !

Mengetahui bahwa orang yang dicintai sedang sakit, awalnya kuunggap sebagai sesuatu yang wajar dan biasa saja. Namun saat sakit yang dalam bayanganku biasa saja itu tak kunjung membaik, aku mulai khawatir. Terlebih dokter yang menangani mulai memintaku untuk membawanya ke pemeriksaan lanjutan.

Aku sudah mempersiapkan diri dengan kemungkinan-kemungkinan diagnosa, dan kalaupun dugaannya benar aku sudah siap menerima dan bersabar dalam merawat si kecil kembarku. Pulang dari rumah sakit, aku merasa biasa dan tenang-tenang saja. Namun malam saat dimana hasil pemeriksaan mulai menunjukkan kearah dugaan penyakit yang diperkirakan dokter, entah kenapa aku menjadi melayang. Pikiranku kacau, dan semakin terbayang wajah putri kesayanganku tersenyum dan tertawa. Namun semakin pula tawa dan senyum bahagianya itu membuat pilu di hatiku.

Aku tak mampu tertidur, malam kurasakan sangat panjang. Kupandangi pergelangan tangan putriku, andainya yang kulihat itu bukan yang sebenarnya? Aku tidak sedang bermimpi, aku sedang menjalani kenyataan yang aku tahu akan sulit. Mampukah aku mengecap manis dari apa yang akan kualami bersama putriku kelak?

Diagnosa dokter kuanggap tidak valid, aku ingin mencari pembanding, sayang dokter yang kuyakini cukup objektif memberikan penilaian sedang dipenuhi pasien. Menunggu hingga semuanya selesai, suster bilang jam setengah satuan, tak mungkin putriku menunggu selama itu. Namun jika kutunggu esok, hasil test di lengan putriku tak valid lagi. Akhirnya akupun menyerah, aku pasrah dan mencoba sepenuhnya patuh pada dokter keluarga ini.

Semangatku memudar, gairahku menurun, namun aku tahu; hidup harus terus berjalan. Putriku butuh dukungan orang-orang bahagia yang mencintainya, agar iapun memiliki kekuatan untuk melawan penyakitnya. Delia, kami sangat menyanyangi dan mencintaimu, cepat sembuh ya nak!!!

Februari 8, 2010 Posted by | Kekasihku | 1 Komentar

Akhir dari Penantian

everdina.jpgTak ada yang salah dalam sebuah penantian, hanya kesabaran yang diuji. Menanti tanpa mengetahui adanya sebuah kepastian, hanya keyakinan yang membuat seseorang terus bertahan. Bertahan tanpa peduli waktu yang terus berjalan, dalam benak terinspirasi ungkapan ;“tak ada yang akan berakhir dengan sia-sia”. Sehingga apapun yang akan terjadi, penantian menjadi kegiatan yang membahagiakan.

 

Di awal tahun 2006 aku memohon tak mengakhirinya sendirian, dan dipenghujungnya permohonan itu menjadi kenyataan. Seseorang telah mengakhiri pencarian dan penantian panjang itu. Ikrar setia pada 2 Desember 2006 untuk mengarungi kehidupan sementara di dunia ini telah mengukuhkan kami berada dalam sebuah bahtera rumah tangga.

 

Di dalam pikiran, hati dan jiwaku kehadirannya tidak hanya mengakhiri penantian, kesunyian dan petualangan panjang. Lebih dari itu, ia telah ‘menghadirkan’ Tuhan dengan segala bentuk sentuhan kasihNya. Karena kehadirannya merupakan jawaban doa.

 

Everdina Berliana Siahaan, dialah pengakhir penantian itu yang sekaligus membuka babakan baru dalam lembar kehidupanku. Ia adalah sahabatku, kekasihku, rekan pertumbuhan imanku, ibu dari anakku, istriku dan teman yang akan terus menemaniku sampai akhir hayat.

Maret 27, 2008 Posted by | Kekasihku | Tinggalkan komentar