Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Sulitnya Menulis di Kala Senggang

menulis dengan binder saat di kuliahAku ini blogger angot-angotan, ada saat dimana produktif menghasilkan tulisan, tetapi ada masa jeda panjang tanpa sebuah tulisan pun dalam beberapa bulan. Bukannya dikepala tidak ada yang ingin dituliskan, ada banyak bahkan. Tetapi semua itu kalah dengan keengganan untuk memulai membuka kalimat dari satu kata. Ide, atau sesuatu yang ingin kutulis, akhirnya hanya jadi out line di kertas yang semakin hari semakin usang, karena terlalu lama ada di tas ransel kerjaku. Walhasil, semuanya hanya akan bersarang di tempat sampah. Kalaupun ingin kutuliskan, aku tidak lagi ingat apa yang ada dalam pikiranku saat out line itu kutulis.

Penyebab kenapa jeda itu selalu ada, belum kutemukan. Mungkin karena ketrampilanku menulis hingga hari ini belum beranjak. Dari amatiran, Cuma nulis di blog pribadi, dan belum beranjak menjadi penulis freelance professional seperti angan-anganku sejak lama. Tepatnya sejak ketika aku masih duduk di bangku SMA. Jika kini aku sudah menjelang kepala empat, berarti angan itu hanya berputar di kepala selama dua puluhan tahun lebih. Apa yang kukerjakan ya hingga selama itu? Wajar jika kemudian aku kehilangan motivasi untuk kembali memulai.

Selain itu, kadang aku merasa tidak memiliki waktu untuk menulis. Aktivitasku sebagai buruh di dunia pendidikan terlalu padat. Persiapan, mengajar, memberikan penilaian, ngurusin administrasi menyita banyak sekali waktu. Kadang untuk keluarga dan hobby pun hanya tersisa sedikit sekali energy. Sehingga aku berpikiran, nanti setelah liburan semua ide itu akan kugarap menjadi tulisan. Tetapi kenyataan selalu jadi lain, saat liburan tiba, aku justru sulit untuk memulai menulis. Ide yang biasanya bersliweran saat aku sibuk itu ternyata senyap. Kepalaku buntu. Otakku mampet.

Ternyata berdiri di depan kelas, atau saat berdiam diri di depan siswa saat jaga ulangan, memiliki daya luar biasa dalam memancing ide-ide tulisan. Apa yang tidak terpikir saat aku senggang, justru muncul di saat aku sedang menjalankan aktifitas profesionalku. Beberapa tulisanku yang di hadiahi head line dan highlight di Kompasiana juga kutulis saat menngajar dan jaga ulangan. Untung aku punya kebiasaan mencatat garis besar apapun yang terlintas di kepala di kertas seadanya yang kutemukan di sekitarku saat ide itu melintas sesaat. Biasanya akan kutulis ulasannya di malam hari menjelang tidur, itupun jika rasa ingin jeda tidak menggangguku.

Jadi sebenarnya alasan kesibukan lantas aku berhenti menulis, bukanlah alasan yang tepat. Karena justru inspirasi tulisan muncul ketika aku sedang bekerja. Berinteraksi dengan banyak orang, baik kolega maupun para siswaku. Mungkin, keenggananku menulis itu hanya karena aktifitas menulis belum menjadi bagian yang terintegrasi utuh dalam diriku ; tubuh, jiwa dan rohku. Aku butuh latihan kedisiplinan lebih dari apa yang sudah pernah aku lakukan sebelumnya. Barangkali hal ini bisa menjadi solusi.

Meskipun telat, bulan ini, bukan tahun ini. Aku mencoba membuat resolusi ; perubahan dari tindakan rutin selama 21 hari. Entah ini teorinya siapa aku lupa, tetapi aku pernah baca sebelumnya. Jika membangun kebiasaan agar nantinya berkelanjutan adalah dengan membiasakan diri selama 21 hari tanpa terputus. Bulan ini aku mau coba, 21 hari, belum tidur sebelum menulis di laptop ini. Sangat spesifik, dan menurut saya sangat terukur. Mudah-mudahan kuat !

Iklan

Januari 8, 2016 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: