Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

BERPUTAR PADA SUMBU

Sebenarnya saya sudah agak lama ingin menuliskan hal ini, tetapi setiap kali akan memulai, saya bingung dari mana memulainya. Sebab ini adalah hal abstrak, dan saya mesti menjabarkannya ke dalam kalimat yang saya sendiripun pada akhirnya mengerti pokok pikiran utamanya. Beberapa kali saya gagal menterjemahkan apa yang bergelayut dalam kepala itu menjadi rangkaian kalimat yang mudah dipahami. Kali ini, meski saya tak yakin berhasil, tetapi perlahan saya kembali coba.

Saya mulai dari pikiran saya tentang bumi dan jagad raya ini. Bumi berputar pada sumbunya, disamping dia juga berputar mengelilingi matahari-nya, dan saya membayangkan masing-masing dari benda-benda langit seperti planet-planet atau yang lainnya juga begitu. Berputar pada sumbunya, dan ikut perputaran lainnya, hingga galaksipun juga berputar. Berputar pada sumbu adalah kunci bagaimana sebuah planet, atau benda langit lainnya bertahan. Ketika ia masih berputar pada sumbunya, ia masih hidup, masih menjadi ‘dirinya’, dan masih mampu bertahan dalam perputaran lainnya. Sebab jika sudah tidak berputar planet atau benda langit lainnya akan tertarik oleh planet lain, dan barangkali akan menjadi benda yang mengganggu perputaran lainnya, dan mengakibatkan tabrakan.

Sehingga saya berpikiran bahwa perputaran adalah hal mendasar di jagad raya ini, dan berputar pada sumbu adalah hal terpenting untuk mempertahankan diri di tengah arus perputaran yang maha besar itu. Jika berputar adalah sesuatu yang adi kodrati, maka kehidupan  manusia yang juga bagian dari jagad raya ini pada dasarnya juga adalah berputar. Berputar diantara yang lainnya untuk menciptakan keseimbangan dan berputar pada sumbu adalah keharusan. Pertanyaannya adalah bagaimana menterjemahkan gambaran besar alam ini dalam kehidupan manusia.

Sampai titik ini, saya hanya mampu mengerti jika keberadaan saya, seperti halnya keberadaan bumi ditengah tata surya, dan tata surya di tengah galaksi dan galaksi di tengah jagad raya. Saya sedang berputar, agar saya mampu bertahan ditengah arus perputaran yang maha dahsyat itu. Entah perputaran seperti apa itu, saya hanya mencoba meyakininya. Seperti halnya saya meyakini tentang atom dan inti atom dalam pembelajaran fisika, dan bagaimana teori ion diyakini dalam pelajaran kimia.

Dalam konteks yang lain perputaran dan berputar pada sumbu bisa berarti kehidupan individu di tengah arus kehidupan manusia pada umumnya. Keselarasan hidup bisa dicapai jika setiap individu dapat menghidupi hidupnya dengan hidup yang mengacu pada kehidupan bersama sebagai  sebuah formasi. Berputar dengan irama, jika tak lagi demikian maka akan ada dentuman sebagai akibat dari benturan-benturan. Meski lagi-lagi saya pun sulit menterjemahkannya dalam kalimat yang lebih mudah dimengerti. Atau untuk kali ini saya cukupkan dulu sampai di sini, lain waktu barangkali saya dicerahkan dan mampu menuliskannya menjadi lebih banyak. Salam

Iklan

Februari 23, 2012 - Posted by | Uncategorized

4 Komentar »

  1. saya sangat paham pemikiran anda sangat mirip dengan cara berpikir saya

    Komentar oleh rahman | Juli 11, 2012 | Balas

  2. saya rasa oK

    Komentar oleh azizah riska c. | Januari 30, 2014 | Balas

  3. sunguh pemikiran anda sama yang saya pikirkan, sehingga pemikiran anda sangat membuat saya tertarik

    Komentar oleh azizah riska c. | Januari 30, 2014 | Balas

  4. Four score and seven minutes ago, I read a sweet artlice. Lol thanks

    Komentar oleh Missy | April 1, 2017 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: