Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Indonesia berawal dari Mimpi

Pidato Sumpah Pemuda

Slamat pagi …..

Hari ini, merupakan hari bersejarah dalam perjalanan negeri ini menjadi sebuah bangsa. Suatu gagasan besar tentang sebuah peradaban yang bernama Indonesia. Berawal dari keberanian bermimpi anak-anak negeri Jawa, Ambon, Sulawesi, Sumatera dan lainnya akan terbentuknya sebuah bangsa. Bangsa yang mereka sendiripun belum pernah melihat sebelumnya, sebuah bangsa yang menjadi tempat bagi siapapun  yang sepakat menjadi bagiannya, tak peduli apa pun yang menjadi latar belakang budayanya.

Keberanian mimpi mereka tidak berhenti sampai di sana, mereka juga memimpikan entitas budaya yang menjadi symbol keberadaan bangsa tersebut, dan mereka sepakat salah satunya adalah dengan menciptakan bahasa Indonesia. Sebagai symbol budaya baru bahasa ini diciptakan, diserap dari berbagai budaya, dilebur menjadi identitas pemersatu. Bukan hal mudah menciptakan sebuah bahasa baru, terlebih mereka adalah anak-anak muda yang usianya baru menginjak dua puluh tahun. Terlebih ini terjadi di abad 20 yang segalanya sudah relative mapan, namun itu yang terjadi. Mereka tidak bergantung pada warisan.

Keberaniaan mereka bermimpi menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya, Indonesia yang merupakan mimpi menjadi kenyataan pada 17 Agustus 1945. Momentum 28 Oktober 1928 tidak hanya dikenang, namun merupakan roh bagi kelahiran sebuah negeri yang bernama Indonesia. Indonesia bukan hadiah, bukan kebetulan namun hasil upaya serius segala komponen untuk mewujudkan apa yang pernah mereka impikan.

Hari ini mimpi Indonesia itu kembali kita peringati, kita kenang dan kita maknai. Pertanyaannya adalah apakah mimpi besar tentang Indonesia itu juga menjadi bagian dari apa yang kita impikan? Sebagai sebuah peradaban baru bagi beragam bangsa, bermartabat dalam percaturan internasional dengan satu bentuk identitas yang khas, Indonesia. Atau justru kita ingin membuang jauh-jauh mimpi itu, karena kita adalah pengecut yang takut pada mimpi-mimpi mereka, terlalu berat untuk diwujudkan. Bukankah menjadi bagian dari peradaban yang sudah mapan itu lebih gampanng, ketimbang membangun peradaban yang bernama Indonesia yang masih dalam tahap percobaan? Dan kita pun lebih suka menjadi pengekor dari apa yang telah menjadi identitas bangsa lain. Itu adalah pilihan!! Apa yang menjadi pilihan kita hari ini menjadi bagian dari bagaimana sejarah Indonesia kelak.

Hari ini kita adalah bagian dari …., sekolah yang menjatuhkan pilihan pada upaya melanjutkan dan mewujudkan mimpi tentang Indonesia. Membangun kebanggaan pada identitas Indonesia yang meski dalam banyak hal belum terwujud, namun justru disitulah letak sisi pentingnya. Siapapun kita berpeluang berkontribusi bagi penciptaan nilai-nilai ke Indonesiaan. Diawali dari hal-hal yang memang mungkin dapat kita lakukan, hal itu akan membawa kita pada pengenalan yang lebih mendalam tentang negeri ini. Dan pada gilirannya nanti paripurnalah kecintaan kita pada negeri seribu pulau ini.

Tulisan ini adalah teks pidato yang kubuat untuk memperingati Sumpah Pemuda yang lalu.


Iklan

November 2, 2010 - Posted by | Opini, Pencerahan, Renungan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: