Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Memiliki di Saat Kehilangan

batik

Jumat, 2 oktober yang lalu, Aku dan seluruh penghuni sekolah mengenakan batik, sebagai wujud rasa bangga setelah batik dijadikan sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui dunia. Tak seperti biasanya saat mengenakannya, aku merasa tak canggung bahkan saat bergelantungan di bus sekalipun, maklum Jakarta – Bekasi tak ada jaminan untuk mendapatkan tempat duduk.

 

Rasa berbeda saat mengenakan batik hari itu, sepertinya bukan kebetulan, namun kulminasi dari sekian lama kegelisahan yang tersembunyi. Sewaktu remaja, jujur aku minder saat mengenakan batik, kesannya: tua amat, dan ‘gak gaul’ banget. Mungkin bukan hanya aku, ada ribuan bahkan jutaan remaja seusiaku saat itu. Sampai pada akhirnya ada kabar dari negeri tetangga, bahwa batik itu miliknya, yang dengan bangga walau tidak sportif mereka mengakui budaya ini sebagai sesuatu yang adiluhung. Mereka mengerti artinya hasil karya budaya, sebuah identitas pergaulan internasional tanpa hal tersebut adalah omong kosong. Mereka mencari identitas itu dan menemukan batik, dan saat itu pula kita merasa kecolongan dan kehilangan. Baru rame-rame mengatakan itu milikku, ah…,apa yang kita lakukan terhadap batik selama ini??

 

Kehilangan itu, membuat aku bahkan jutaan rakyat di negeri ini tersadar, bahwa apa yang dimiliki adalah kekayaan walau selama ini ditinggalkan dan dicibir. Syukur ada negeri tetangga yang dengan setia mengingatkan meski caranya memang menyakitkan, tetapi menurutku itu jauh lebih baik, sebab hal tersebut terjadi di saat kita masih mampu membangun ingatan terhadap apa yang dimiliki, jika itu terjadi ratusan tahun lagi, mungkin kita pun hanya mampu kagum dan bilang: “hebat ya apa yang mereka miliki, sungguh luar biasa peradaban mereka,” tanpa pernah tahu bahwa sebenarnya hal tersebut adalah milik kita. Ironis, tetapi sungguh ini nyata.

 

Batik hanya satu dari ribuan karya yang kita miliki, mestikah kita menunggu negeri tetangga memungut, dan kita baru menyadari bahwa apa yang kita buang itu sangat berharga??

Cat : Foto diambil dari koleksi pribadi Andre Hadiwinata

Iklan

Oktober 4, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: