Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Saat Tuhan sedang Isenk

KecoaDi kolong, kamar mandi, dan banyak bagian lagi dari ruang-ruang pribadi kita, apabila sebentar saja tak mendapat penanganan, akan hadir penghuni yang sama sekali tak kita kehendaki. Apalagi kalau bukan kecoa, sekali lagi kecoa!

 

Mahluk kecil, bau dan hidup ini memang sangat menyebalkan, menjijikkan dan entah kata apa lagi kata yang cocok untuk menggambarkan kejelekannya. Meski sejujurnya tak jelek-jelek amat, ‘lihat saja tubuhnya yang mengkilat?’ Belum lagi kalau pacar tiba-tiba ketakutan karena melihat mahluk ini, reaksi dan ekspresinya…he..he..(ini sih pikiran jail laki-laki). Namun tetap saja ini tak menyurutkan rasa geregetan saat melihat mahluk ini, sehingga sandal dan sepatu menjadi senjata pamungkas untuk mengakhiri kebahagiaan binatang tak bersalah ini dari muka bumi. Sebuah harga yang pantas untuk mahluk tak berguna! Ups..?!! Tak berguna?

 

Saat mencoba berpikir mahluk ini sebagai mahluk tak berguna, aku mulai berpikir tentang Tuhan. Apakah Tuhan sebegitu isengnya sehingga disela-sela kesibukanNya menciptakan mahluk ini, dengan sambil tersenyum geli saat membayangkan manusia gerah di buat oleh mahluk hasil isengNya itu.

 

Semoga ini juga hanya sekedar pikiran isengku saja. Bahkan karena keisenganku ini, pikiranku terus memaksa untuk mencari tahu siapa sebenarnya ‘dia’, sampai-sampai kusempatkan browsing mengenai mahluk yang satu ini. Dan kutemukan beberapa fata berikut :

 

  • Mahluk yang satu ini ternyata merupakan mahluk yang sukses melampau berbagai seleksi alam berdasarkan teorinya C Darwin, sehingga wajar jika ‘ia’ tetap eksis sampai hari ini padahal sudah ada dimuka bumi sejak 300 juta tahun yang lalu.

 

  •  Sistem saraf motorik kecoa memiliki kecepatan yang luar bisa, sehingga membuat’nya’ terhindar dari bahaya. Kecepatannya mencapai 15 sampai 20 mili detik, lebih cepat dari kedipan mata (mudah-mudahan nggak salah). Dan kematian pada kecoa tua diakibatkan pada rusaknya jaringan system ini, sehingga mudah terkena pukulan sandalnya manusia kali ya?

 

Menemukan fakta-fakta ini, kuurungkan niatku untuk pula menyatakan bahwa mahluk ini tak berguna. Aku yakin ada meski itu bukan bagiku. Membayangkan seekor mahluk yang lebih purba dari Dinosaurus dan masih ada hingga hari ini dengan kemampuan berkembang biaknya yang masih luar biasa, pasti Tuhan sedang tidak main-main saat menciptakannya. Terlebih menurut sumber yang kubaca dari literature, system sensor saraf kecoa menginspirasi para ahli didunia untuk menciptakan robot dengan meniru system sarafnya.

 

Kembali aku memperoleh pelajaran, sesuatu yang dianggap oleh banyak orang sampah, tak berguna, ternyata memiliki kehidupan luar biasa. Melihat sesuatu didasarkan pada orientasi diri sendiri, (seperti melihat kecoa sebagai mahluk tak berguna; sebenarnya karena kita tak mendapatkan keuntungan dari keberadaannya) ternyata bukan saja keliru, tetapi juga membutakan mata hati ini untuk melihat hal-hal luar biasa di balik semuanya. Lalu bagaimana dengan manusia, mahluk Tuhan yang luar biasa ini???

Iklan

September 29, 2009 - Posted by | Renungan

1 Komentar »

  1. dan satu lagi mas. kecoa itu satu2nya hewan yang selamat dari paparan radiasi nuklir. hirosima-nagasaki dan Chernobyl sudah membuktikan ketangguhan hewan ini

    tapi tetep aja dia ini musuh abadi manusia sampe kiamat 😀

    Komentar oleh keoz | Desember 19, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: