Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Belajar Hidup dari Kehidupan 1

1) Teratai

 

teratai_02Saat aku masih tinggal di Aek Naetek, melihat rawa adalah hal yang sangat biasa. Di tempat seperti itu biasanya kerbau menuntaskan hari-harinya. Tak jarang rawa-rawa itu menjadi bau, dan sangat khas karena lumpurnya yang merupakan hasil pembusukan sampah organic yang pernah hidup di dasar atau permukaanya, ditambah airnya yang tak mengalir sehingga pasti tak berganti. Namun karena itu pulalah sesungguhnya ia menawarkan  sebuah kehidupan.

 

Rawa yang berlumpur, bau dan busuk menjadi berbeda saat aku mendapati sesuatu yang indah ada di permukaannya. Apa lagi jika bukan kehadiran bunga Teratai. Ia memberi warna lain pada rawa yang seringkali menyebalkan dengan aromanya. Akarnya mencengkeram erat lumpur yang berada di dasar, daunnya megah menyapa matahari di permukaan, memberi keteduhan bagi mereka yang hidup di tempat itu. Ikan memiliki ruang untuk bersendau gurau di sela batang-batangnya yang menjalar. Dan yang sangat menawan adalah keindahan bunganya yang mempesona. Rawa yang bau telah menjadi ‘surga’ bagi kehidupan di dalamnya dan sesuatu yang menakjubkan bagi penglihatan manusia yang sebal kehadirannya.

 

Memaknai kehadiran Teratai di tengah rawa adalah memaknai arti teratai 3kebermanfaatan hidup di tengah ketidakbermanfaatan. Teratai mengajari bagaimana rawa yang berlumpur, bau  dan tak sedab di pandang itu menjadi tempat menumbuhkan kehidupan yang indah dan bermanfaat. Ia mengubah situasi yang pada gilirannya mengubah pandangan manusia tentang rawa. Ini bisa di cermati saat banyak orang menciptakan rawa di taman-tamannya dan menanam teratai di dalamnya.

Iklan

Juli 10, 2009 - Posted by | Renungan | ,

3 Komentar »

  1. yup teratai tetap indah dan harum meski di tengah2 sesaknya lumpur

    Komentar oleh ungkapkan | Agustus 29, 2009 | Balas

    • Makasih sudah mampir ke blogku dan menulis komentar

      Komentar oleh aeknaetek | September 16, 2009 | Balas

  2. bunga teratai yang indah dan memberi ruang buat berteduh makluk-makluk kecil dibawah daunya, ditengah-tengah tempat yang bau nan tak elok. coba kalau kita semua bisa seperti itu dapat memberi nilai positip bagi orang disekitar kita dengan ikhlas tanpa mengkambing hitamkan kondisi dan lingkungan. bayangkan jika orang-orang kaya bisa seperti itu.coba kita bayangkan kalau seseorang yang punya kekuasaan,berpengaruh bisa seperti itu… mungkin lumpur yang bau dan tak elok itu akan menjadi tempat yang indah…

    Komentar oleh dadi endan | Februari 18, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: