Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Cinta yang Rumit

Bangun sebelum jam lima pagi, berkemas, berangkat sebelum anak-anak bangun dan pulang menjelang mereka bersiap tidur adalah rutinitas yang nyaris setiap hari aku jalani. Tak banyak canda yang bisa kulakukan bersama anak-anakku, waktu untuk mereka seperti hanya sisa, dan mungkin benar-benar sisa. Sebab kalaupun kami bercengkerama, keletihan memberi batas padaku untuk tak berlama-lama.

Mungkin mereka protes, namun tak banyak yang bisa diungkapkan dalam bahasa kecilnya. Setiap kali mereka terlelap, aku hanya mampu memandangi betapa aku sangat mencintai mereka. Cinta yang sebenarnya membawaku pada situasi serba rumit.

Cinta membuatku harus meninggalkan mereka pada saat-saat mereka bahagia bermain-main. Aku hanya datang pada saat mereka sudah letih, saatnya didendangkan lagu-lagu nina bobo. Ah, akukah ayah dalam mimpi mereka?? Atau aku hanya menjadi sosok penjaga malam,  atau perawat yang hanya hadir pada saat mereka mengeluh sakit. Karena pada saat seperti itulah aku punya alasan untuk bolos dari tempat kerja.

Saat aku tak bersama mereka, aku memang sedang merajut cinta. Menjaga agar dapur keluarga tetap menyala, menjamin susu terus bisa disuplai, mainan mereka bisa dibeli. Kehadiranku benar-benar telah digantikan oleh ‘sesuatu’. Sesuatu yang membantuku mewujudkan cintaku menjadi nyata, ah benarkah??? Cinta memang rumit!!!

Iklan

Maret 31, 2009 - Posted by | Renungan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: