Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Cara untuk bersyukur

Acapkali kita bersyukur melalui cara yang dapat dikatakan ‘sadis’, coba saja kita renungkan ; dalam banyak ungkapan syukur seringkali kita bersyukur karena kita mencoba membandingkan hidup kita dengan orang lain, dan kita mendapati lebih baik dari mereka!

Saat krisis ekonomi melanda, meskipun susah kita masih bisa bersyukur, karena ternyata kita beruntung masih bisa menikmati makanan di setiap harinya sementara ditempat lain banyak orang lain sampai kelaparan. Saat melihat gaji kita kecil, kita menggerutu tetapi kemudian kita diajak untuk bersyukur karena kita masih diberi pekerjaan, sementara disekeliling kita banyak diantara saudara kita yang jangankan untuk menggerutui gaji yang kecil, untuk mendapatkan pekerjaan pun susah sekali. Dan masih banyak bersyukur-bersyukur lain, yang kesemuanya adalah wujud perbandingan kita pada mereka yang tak seberuntung kita.

Pernahkah Anda berpikir sebagai mereka atau setidaknya berada dalam posisi mereka? Dan jika dalam posisi tersebut: masihkah Anda bersyukur?

Bersyukur itu unik, sebab dengan melakukannya kita berada pada kesuksesan. ‘Puncak’ dari sebuah pencapaian besar, yang esok mesti kita coba tingkatkan atau pertahankan. Melakukannya membawa kita pada ketenangan spiritual yang terdalam, dan akhirnya mampu membangkitkan rasa percaya diri dan menggugah spirit untuk terus berkarya. Luar biasa bukan? Namun jika untuk bersyukur ada yang mesti di-‘korbankan’, rasanya sayang sekali walau tindakan itu tidak keliru.

Bersyukur adalah ‘akhir’ dari sebuah pemaknaan pencapaian, akan sangat indah apabila rasa syukur merupakan pergumulan bathin kita dalam melihat diri sendiri dan bukan pada orang lain. Mencari dan menemukan rasa manis di tengah rasa pahit, mencari sisi baik dari beragam sisi buruk yang menimpa tetapi semua itu bersumber dari bagaimana Anda memaknai proses kehidupan Anda sendiri. Sehingga pada saatnya nanti Anda bisa mengatakan ; Aku bersyukur karena memang aku hendak bersyukur!

Iklan

Maret 10, 2009 - Posted by | Pencerahan | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: