Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Mungkinkah Mereka Penghuni Surga?

Kujual diriku, agar aku tetap hidup karena aku sangat menghormati kehidupan. Aku berani untuk menerima ketidak hormatan dari satu bentuk konstruksi sosial yang di bangun oleh lingkunganku. Karena kehadiranku toh memberi arti mulia bagi mereka. Seperti halnya sehat tak akan pernah berarti kalau sakit tak pernah ada.

Kubagikan kenikmatan, bukan karena aku penderma, semua kulakukan karena ada sekian banyak nyawa yang kutanggung. Pedih dan merasa terhina, aku ingin hanya menjadi bagianku saja dan bukan untuk mereka, mereka pelangganku tetap adalah orang-orang mulia, tanpa dosa. sehingga tak perlu kuceritakan darimana semuanya kuperoleh. Berhenti, aku tidak saja menghentikan hidupku tetapi menghentikan sekian banyak orang yang selama ini kuhidupi. Aku memang bukan Tuhan yang memiliki otoritas atas hidup, aku hanyalah seorang pecinta kehidupan. .

Akulah pelacurnya, pelangganku adalah manusia biasa, yang pasti mereka dianggap lebih mulia dariku

Saat aku mencoba memahami tulisan ini, aku mengingat arti sebuah pengorbanan. Pengorbanan dari mereka yang dianggap ‘sampah’, tetapi karena keberadaannya ternyata membawa kita pada kenyataan sebagai manusia manusia bersusila.

Bagaimana tidak, ia korbankan kekayaan ‘pribadinya’ untuk banyak kehidupan ; anak, suami, orangtua atau bahkan tukang-tukang ojek, germo dan mucikari. Dan tentunya kepuasan bagi para penikmatnya. Intinya Ia memberikan totalitas dari ‘hidupnya’, sementara semua penderitaan duniawi ditanggung oleh ragawinya, dan sendiri! Mereka-mereka yang hidup dari peluhnya tak ikut serta menjadi bagian dari penderitaan itu.

Ia telah memberi dirinya untuk kehidupan bak seorang ‘mesias’, mungkinkah ia adalah penghuni surga?

Iklan

April 30, 2008 - Posted by | Renungan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: