Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Seperti apakah Engkau Tuhan?

Aku lelah memahami dan menafsirkan diriMu, walau sesungguhnya aku tahu itu tak perlu kulakukan. Tetapi kemanusiaanku terus membawaku pada pertanyaan-pertanyaan tentang diriMu yang tak terhentikan. Salahkah pikiranku? Aku tak ingin membawa anugerah ini (kuanggap pikiranku sebagai anugerah) pada pengadilan norma yang menghitam putihkan segalanya. Aku hanya membiarkan ia terus berkelana dan menemukan tepian atau bahkan tak menemukan apa-apa. Aku tak ingin kehilangan akal sehatku, ketika aku mengimaniMu, hanya itu yang aku tahu.

 

SosokMu terus terang membingungkanku ; mulai dari keberadaanMu, pikiranMu, kehendakMu, yah segalanya yang melekat dalam diriMu. Dibenakku kadang Engkau kupahami begitu istimewa, tetapi terkadang Engkau juga menyebalkan. Salahkah aku, tetapi sesungguhnya itu yang kurasakan. Aku yakin Engkau lebih tahu tentang diriku, jauh dari apa yang kupahami.

 

Dibenakku Engkau kadang kupahami sebagai sosok yang menyebabkan segala sesuatu, tetapi aku tak pernah tahu sebatas apa Engkau membiarkan hukum-hukum itu berjalan. Adakah pengecualian pada apa yang telah Engkau gariskan lewat hukum-hukum itu sehingga aku melihatnya sebagai sebuah keajaiban? Atau Engkau membiarkan semuanya terjadi segaris kehendak hukum-hukum alam yang pastinya Engkau telah ciptakan? Dan Engkau hanya tinggal menyaksikan semuanya berjalan : tak ada pengecualian semuanya bisa terjadi karena ada potensi yang menyebabkan itu bisa terjadi. Rumusnya telah Engkau gariskan. Seperti itukah? Lalu untuk apa doa-doa yang kumohonkan kepadaMu, jika sesungguhnya “keputusanMu” tak bisa berubah?!

 

Untuk apa aku memujaMu, Engkau tak membutuhkan itu, Engkau pribadi yang memiliki Eksistensi tanpa perlu sebuah pengakuan. Kadang aku merasa Engkau menyayangiku tanpa atau dengan pengakuanku, karena aku adalah bagian dari karya yang Engkau ciptakan. Seseorang takkan begitu mudah mencampakkan sesuatu dari apa yang telah dihasilkannya, terlebih Engkau dengan segala ke’Mahaan’ yang Engkau miliki. Lalu kenapa Engkau membiarkan aku melakukan ‘pemberontakan’ terhadapMu? Engkau masih membingungkan.

 

Kadang aku begitu yakin, Engkau tak perlu aku pahami. Engkau tak lagi istimewa setelah semuanya aku bisa mengerti, bahkan mungkin Engkau menjadi sosok yang mudah ditebak. Ah…..,jika itu yang terjadi pastilah Engkau akan menjadi sosok yang membosankan. Karena aku tak pernah menjadi Engkau, sudah selayaknyalah aku tak pernah bisa memahami sedikit pun tentang sosokMu, jika aku ingin tahu anggaplah ini bagian dari kesempurnaanku sebagai manusia yang Engkau telah ciptakan dengan segala keberadaannya yang berfungsi. Jika mesti berterima kasih, ajarilah aku tak membohongiMu. @

Iklan

Februari 15, 2008 - Posted by | Aku dan Tuhanku

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: