Aeknaetek

Selalu Ada Keindahan di Setiap Lorong Kehidupan

Keajaiban

Seringkali kita membayangkan keajaiban adalah peristiwa spektakuler jauh dari bentuk kelaziman. Sehingga pemunculannya tak terduga dan tak pada setiap esempatan kita dapat merasakannya, atau terlewat untuk dapat merasakannnya. Sayang sekali rasanya, jika sesuatu yang langka, dan pasti jarang terjadi ini tak sempat kita saksikan atau rasakan.

 

Sungguhkah demikian? Dalam keheningan keajaiban adalah sebuah pemaknaan, pemaknaan atas realitas kehidupan yang sesungguhnya setiap saat ada di depan mata kita. Kehadirannya terkadang terlalu biasa, tetapi karena kita tidak membuka mata hati kita pada bentuk-bentuk kesederhanaan demikian dan mengharapkan pada sebuah keajaiban yang asing maka kita gagal untuk dapat merasakan keajaiban disekitar kita..

 

Bertanyalah dengan pertanyaan yang sederhana pada setiap peristiwa, pada apa yang kita lihat? Dan biarkanlah jawabannya mengalir dalam benak kita, biarkan hati kita tersenyum dan berusahalah jujur pada diri sendiri. Saya yakin keajaiban ada di sana.

 

Banyak diantara kita baru menyadari bahwa keajaiban ada ketika kita menyaksikan sesuatu terjadi. Mobil meledak dan tiba-tiba orang yang berada di dalamnya selamat, penyakit yang menurut vonis dokter tidak dapat lagi disembuhkan tetapi dengan berdoa penyakit itu sembuh, atau tiba-tiba ada fenomena alam dan manusia diuntungkan oleh fenomena tersebut, dan masih banyak lagi. Dengan semua ini lalu kita bilang Tuhanku dahsyat, luar biasa, ia sanggup melakukan peristiwa besar, wow fantastis dan sejuta pernyataan kekaguman lagi. Semua ini adalah ungkapan yang tidak salah namun ada momentum yang membuat itu terjadi dan momentum itu bukan dari dalam diri kita. Artinya kita harus menunggu, mengamati bahkan mencari. Karena dengan menemukan itu semua (keajaiban) ada sesuatu terjadi dalam kehidupan spiritualitas kita. Sesuatu yang mendorong pertumbuhan kesadaran jiwa kita akan ke-agungan Tuhan. Sehingga menemukan keajaiban adalah satu ‘warna’ spiritualitas penting dalam perkembangan kehidupan rohani seseorang.

 

Namun jika harus menunggu dan mencari, bisa saja pada akhirnya hal tersebut pun belum tentu ditemukan, maka keajaiban dapat hanya menjadi impian semu semata. Lalu mengapa kita tidak ‘menciptakan sesuatu’ untuk mengerti bahwa keajaiban itu ada dan kehadirannya dapat terjadi setiap saat? Sehingga setiap saat pula kita mengagumi karya Allah dalam kesederhaan kita berpikir, indah bukan?!

 

Dalam sebuah sebuah kesempatan mengajar di kelas tentang evolusi tiba-tiba saya terinspirasi oleh sesuatu dan seperti tidak kuasa membendung energinya saya mencoba mengalihkan pembahasan pada apa yang saya rasakan saat itu. Jika ditelusuri melalui sejarah hidupnya saya mendapati bahwa manusia sesungguhnya adalah mahluk yang secara phisik sangat lemah. Ayam hanya membutuhkan beberapa jam untuk kemudian dapat mencari makan sendiri setelah menetas, burung hanya butuh beberapa hari untuk dapat terbang dan melayang di udara bebas, sementara manusia tak mampu berbuat banyak sampai beberapa tahun setelah kelahirannya. Dibutuhkan sebuah kesabaran ekstra untuk merawatnya, dan cinta membuat ‘induk’ manusia bertahan.

 deynaku.jpg

Ada dua hal yang saat itu menjadi fokus saya, pertama mahluk lemah yang kemudian menjadi mahluk luar biasa, dan yang kedua adalah cinta, sebuah perasaan yang jujur saja, membingungkan. Saya mulai bertanya dan aliran keajaiban itu secara perlahan hadir ; bagaimana tidak untuk menjadi bayi manusia membutuhkan proses begitu panjang. Mulai dari sperma yang membuahi sel telur, zigot, embrio dan pada akhirnya lahirlah bayi. Bagaimana ini bisa terjadi? Dan jika ditelusuri lebih dalam lagi proses bagaimana jutaan sel sperma bersaing untuk kemudian dapat menembus dinding sel telur dan pada gilirannya melahirkan kehidupan yang lengkap dengan spritualitasnya yaitu tubuh yang diperlengkapi dengan perasaan senang, sedih, cinta dan masih banyak lagi. Adalah sesuatu yang menakjubkan mengamati semua itu. Terkadang saya bertanya mengapa saya bisa sedih, dan tanpa saya minta bagian tubuh saya, mata, mengeluarkan air yang kemudian dipahami sebagai air mata. Semacam ada sinergi. Belum lagi jika saya harus mencoba mengerti apa itu cinta. Tak jarang saya dibuat tersenyum sendiri, tapi juga sering sakit hati. Saya tak pernah memintanya tetapi ia hadir tiba-tiba, jauh dari acuan-acuan logika, tapi kehadirannya sungguh nyata. Bagaimana perasaan itu bergetar, jiwa ini melayang dan entah apalagi. Semua perasaan ini menimbulkan pertanyaan lanjutan yaitu darimana ia berasal, dan mengapa bisa demikian? Akhirnya saya hanya bisa menggumam, entahlah yang pasti semua ini ajaib! Sungguh, keajaiban itu tak jauh karena toh diri saya pun adalah sebuah keajaiban dan segala yang mengisi hidup juga.

 

Namun seringkali kita tak memiliki waktu untuk sekedar ber-say hello pada apa yang berada di sekitar kita. Kita terlalu sibuk untuk mencari sesuatu yang terkadang maya, dalam bukunya attitude plus………..mengemukakan bahwa untuk menjadi sukses kita butuh menemukan seseorang. Jika menemukan keajaiban adalah satu dari bentuk kesuksesan itu maka menemukan diri sendiri dengan keunikan cara berpikirnya adalah yang kita butuhkan. Keajaiban menjadi rumit karena kita membuatnya demikian. Sebenarnya keajaiban adalah hal sederhana yang perlu dimaknai secara mendalam.

Pertanyaannya ialah bagaimana memaknai hal-hal tersebut secara mendalam? Jawabnya sederhana, bertanyalah pada diri sendiri dan biarkan ia menjawab.

 


Iklan

Februari 15, 2008 - Posted by | Renungan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: